“ Biasanya satu bulan ada 20 an pelanggan ke rumah, tapi sekarang hanya ada 2 orang, bulan kemarin hanya dapet 150 ribuan. Alhamdulillah masih ada rizkinya buat anak anak…”

 Itulah yang curahan hari Bu Yuni & Pa Amuh kepada relawan kami, tentang bagaimana dampak corona begitu terasa kepada pekerjaan mereka sebagai tukang pijat.

Begitu juga Pa Oman, seorang tukang becak yang sudah berusia 67 tahun, di usia tuanya masih bekerja mengayuh becak setiap hari, karena ada 5 orang yang harus ia hidupi setiap hari

“ Sekarang gak ada lagi yang mau naik becak neng….” katanya lirih

 

Tidak jauh beda dengan curahan hati Pak Asep, yang sebelum wabah Corona, sehari hari ia berjualan di salah satu SD di Bandung

Sekolah tutup, jalanan  juga sepi, saya bingung mau jualan kemana lagi …”

 Ujar pa Asep sambil berkaca kaca, yang terlihat sudah sangat kelelahan keliling jalanan, demi mencari makan untuk anak dan istri yang sudah menunggunya dirumah

 

Kawan, entah sampai kapan keadaan seperti ini akan berakhir, entah bagaimana cara saudara saudara kita ini akan bertahan melanjutkan hidup …

 Yuks bantu mereka meringankan kebutuhan dasar hidupnya, Yuks bantu mareka agar keluarga nya bisa tetap bertahan menghadapi ujian ini, yuks bantu mereka yang mungkin tidak seberuntung kita dalam menghadapi ujian ini …

 Karena, kepedulian kita adalah harapan bagi mereka…